Selasa, 08 Januari 2013

KIAMAT HEBAT



Sebelum dan sesudah terjadinya hari kiamat atau sesudah dan sebelum terjadinya hari kiamat banyak yang menggembor-gemborkan tentang benar dan tidaknya hari itu. Bahkan dari pelbagai macam disiplin keilmuan pun saling mengunggul-unggulkan dan saling beradu logika untuk membenarkan adanya hari kiamat pada tanggal yang runutannya sangat menarik itu (21-12-12), mulai dari kalender maya milik bangsa maya di tahun 250-900 M, para ahli astronom terbaik dunia, hingga para penulis pun seolah dibingungkan dengan kabar-kabar hebat itu.
            Sedikit membaca kabar ilmiah-ilmiah tentang alasan-alasan astronomis yang satu-persatu mulai ramai 3 tahun silam, saya teringat pada salah satu surat dalam Al-Quran (an-naba’ 1-5). Terasa sangatlah lucu dan mengherankan, apakah memang benar tragedi 1400 silam tentang perdebatan antara orang-orang nonmuslim mengenai benar-tidaknya hari kiamat itu tejadi kembali pada hari ini?. Dan kalau saya boleh mengandaikan, andaikan Muhammad masih ada di hari ini, pasti untuk kesekian kalinya akan turun ayat-ayat Allah tantang Kiamat yang lebih sinis lagi.
            Harusnya, sebagai seorang muslim yang tak suka dikafirkan, kita sudah paham dan tak perlu bertanya-tanya lagi, seperti mereka-mereka dalam surat An-Naba’. Para ilmuan-ilmuan barat berani mengatakan hingga memberitakan semuanya dengan detail tentang prosesi terjadinya hari kiamat itu, dikarenakan sebelumnya mereka sudah tahu tanda-tanda akan terjadinya hari itu. Sisi lain didukung dengan fakta yang memang mengatakan mayoritas penduduk dunia adalah islam dengan kitab suci Al-Qurannya, mereka menjadikan fakta ini sebagai peluang untuk mencuri perhatian dunia. Dalam Al-Quran dengan jelas dikatakan “ (sungguh kami akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan dunia. Dan diiringi oleh guncangan kedua (an-Nazi’at, 6-7)”, yang mana menurut ibnu katsir, keduanya berarti guncangan atau gempa yang luar biasa dasyatnya, dan disusul gempa-gempa yang kecil setelahnya. Dari situ penulis dapat menyimpulkan bahwa para ilmuan barat pun sebelumnya sudah mengetahui tentang ini semua, lalu di deskripsikan dengan bumbu yang jauh berbeda dan akal pun enjoy menerimanya. Coba kalau, Al-Quran mendeskripsikan Kiamat dominan dengan semakin maraknya tumbuhan yang bisa bicara, atau mungkin munculnya makanan yang bisa membuat tubuh manusia membesar mengecil, membesar mengecil,  pasti sedikit banyaknya fakta-fakta ilmiah yang telah umum hari-hari ini akan berbeda dan bahkan para komikus akan intervensi dalam hal ini. Intinya, mari kita sadari sejenak bahwasanya orang-orang yang menggemborkan berita-berita tentang ini, itu terinspirasi dan condong pada apa yang telah kita yakini dan ketahui sebelumnya.  
            Namun, setidaknya dengan adanya semua bukti ilmiah yang telah mereka perjuangkan dan paparkan, kita dapat berbicara dan tahu lebih banyak lagi tentang rasionalisasi akan hari kiamat itu. Dan keluar dari prasangka-prasangka negative tentang mereka, seharusnya di bulan ini kita harus berterima kasih dengan berita-berita tentang hari kiamat itu, bukan malah menghujat dan menghujat, mengetahui tidak benarnya berita itu. Kalau kita berfikir sejenak, tanpa adanya nesw in depth  yang booming 3 tahun silam ini, mungkin para penulis tak akan segiat dan sesemangat untuk membahas mengenai Hari Kiamat, sampai disempat-sempatkan membuka kitab-kitab klasik demi sempurnanya dan diterimanya tulisannya, para mufassir dan para ahli agama pun turut merasa tertarik untuk membenarkan kelurusan mereka dijalan yang sesat itu.
            Selayang fikir mengenai hari kiamat ini, dalam Al-Quran dijelaskan “Telah dekat terjadinya Hari Kiamat. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah” (Q.S an-Najm : 57-58). Jadi, semua tak perlu bertanya-tanya akan kebenaran dari semua itu. Tapi, dari aspek lain justru ketika tak ada yang bertanya-tanya tentang itu-lah yang malah dikatakan kurang wajar. Mereka terlalu termakan oleh berita, dan sesuatu yang update apalagi disertai dengan bukti-bukti yang ilmiah. Pikiran mereka telah terkontaminasi oleh hal-hal menarik hingga membuat mereka sejenak lupa dan turut penasaran bersamaan dengan sesuatu yang menarik tadi. Dan disini adalah tentang tanggal yang diramalkan. Siapa coba yang tidak berfikir sejenak semisalnya pada runtutan angka 12 atau triple twelve  akan terjadi guncangan yang sangat dasyat, tentunya wajar jika hal ini membingungkan.
Tanggapan Al-Quran mengenai inipun tak jauh panggang dengan api,”Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Tuhan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS AL-A’raaf :187), dalam kalimat “tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”,penulis bisa mengatakan bahwa merupakan hal yang wajar jika mereka saling berbeda pendapat mengenai ini. Bukan karena mereka tidak tahu secara mutlak kalau semuanya ada ditangan Tuhan, namun lagi-lagi adanya keterkaitan antara psikology manusia yang lebih condong pada sesuatu yang unik dan menarik tadi-lah yang seolah menyihir mereka untuk lupa sejenak.
 Lain ladang lain belalang, begitu juga dengan ini. Aspek lain, untuk bisa menentukan atau sekedar meramalkan kapan hari kiamat itu saja, bagi sesosok paling fenomenal dalam sejarah Muhammad SAW (Michael heart-100 orang paling berpengaruh dalam sejarah) adalah hal yang sangatlah sulit bahkan tidak mungkin (QS AL-A’raaf :187). Namun berbeda jauh dengan hari ini, ketika mereka menemukan sesuatu yang tidak mungkin, mereka merekayasakannya, hingga ramalan demi ramalan tentang hari kiamat pun perlahan mulai mengemuka. Dan dalam hal ini actor utamanya tak bukan adalah diri kita sendiri, mau yakin akan mereka ataukah tetap berpegang teguh dengan Quran, ada pada masing-masing dari kita. Dan buat mereka-mereka yang telah berjuang untuk meramalkan dan menentukan hari akhir itu kapan, teruskan ajalah dengan apa adanya, yang terpenting janganlah sampai berhenti belajar.
Sesungguhnya dari tragedi infotainment yang kontroversi 3 tahun silam itu, banyak ilmu-ilmu yang tanpa banyak disadari telah dibaca dan dipelajari banyak orang. Mulai dari astronomi, teknologi, arkeologi hingga pada sejarah peradaban sebuah bangsa yang konon katanya bagaikan turun dari langit, mengalami zaman yang cemerlang, kemudian lenyap secara misterius. Sudah  menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi.   



Tidak ada komentar:

Posting Komentar